Kenapa saya selalu terlilit hutang?

Pertanyaan:

Mas, kenapa ya hidup saya susah, penuh keluh kesah? Rasanya sulit sekali keluar dari hutang-hutang saya. Selalu saja ada kondisi yang memaksa saya untuk berhutang lagi dan berhutang lagi, sehingga akhirnya saya selalu terlilit hutang. Bagaimana agar saya bisa keluar dari hutang? (08579314xxxx)

Jawaban:

Ibu, banyak sekali orang yang meghadapi situasi kehidupan seperti yang ibu alami. Tidak sedikit yang karena beratnya menanggung masalah tersebut sering terlintas pikiran untuk mengakhiri kehidupan. Bahkan banyak diantaranya adalah mereka yang berpendapatan atau bergaji besar.

Ada banyak sebab dari masalah diatas. Namun sebab utama sehingga hal tersebut terjadi adalah karena kita meremehkan hutang.

Banyak diantara kita dalam hidup meremehkan hutang. Jika membutuhkan sesuatu (ingin meminjam) kita datang dengan menghiba, juga sikap yang manis. Tetapi ketika harus mengembalikan rasanya rugi dan berat. Ketika ada rezeki yang diberikan oleh Allah, kita tidak bersungguh-sungguh untuk mengupayakan menyelesaikan hutang-hutang kita. Kita lebih mendahulukan urusan lain, yang seringkali tidak penting. Sesungguhnya ini yang menjadi sebab musababnya. Karena Rasulullah Saw pernah bersabda:

“Barangsiapa berhutang namun tidak berniat (tidak bersungguh-sungguh) mengembalikannya, maka Allah akan mengahancurkan (kehidupan) nya.” (HR Bukhari)

Tidak jarang hal ini terjadi dari hutang-hutang yang kecil. Karena kita tidak berniat atau berusaha mengembalikannya, padahal Allah Swt sudah memberikan rezeki kepada kita untuk menyelesaikannya, sehingga akhirnya Allah menyempitkan kehidupannya karena hal tersebut.

Untuk keluar dari situasi tersebut, tidak ada cara yang lain selain kita harus berupaya menyelesaikan seluruh hutang-hutang kita walau yang kecil-kecil. Mungkin dengan melakukan akad ulang, restrukturisasi hutang, dicicil, dsb. Memprioritaskan menyelesaikan hutang dibandingkan kebutuhan yang lain harus kita lakukan. Kita harus mengutamakan menyelesaikan hutang walaupun kita harus mengurangi kualitas kehidupan di sektor lainnya.

Nabi Saw bersabda: “Tidak lebih membuat aku senang aku mempunyai emas sebesar gunung Uhud, bahkan ditambah lagi (gunung) kedua dan ketiga, dibandingkan satu dinar milikku yang aku sisakan untuk membayar hutang tanggunganku”. (HR Muslim)

Setelah kita memiliki niat dan semangat untuk menyelesaikan hutang, maka banyaklah berdoa. Nabi Saw mengajarkan kepada Muadz bin Jabal untuk banyak membaca QS Ali Imran (3) ayat 26-27 agar dapat melunasi hutang. Ada juga doa yang diajarkan Nabi Saw sebagai berikut:

“Allahumma inni audzubika minal hammi wal hazn, wa audzubika minal ajzi wal kasl, wa audzubika minal jubni wal bukhl, wa audzubika min ghalabatiddayni wa qahrirrijal”.

Namun ingat, jika Allah memberikan rezeki, utamakan untuk segera menyelesaikan hutang-hutang. Jangan untuk yang lainnya. Wajarlah kalau Allah murka atas sikap kita tersebut.

Jangan remehkan hutang hutang walaupun kecil. Jangan kita hancurkan kehidupan kita, disebabkan kita tidak mengupayakan membayar hutang-hutang kita.

This entry was posted in Konsultasi and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to Kenapa saya selalu terlilit hutang?

  1. tini says:

    Subhanallah…,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s